Chandrawati’s Blog


puisi
Oktober 22, 2009, 8:19 am
Filed under: Uncategorized

TANGIS

Adalah leleh putih menerpa

Pipi hitamku saat kulihat

Kau campakkan rembulan

Yang pernah kuselipkan diantara ditelingamu.

Ada leleh bening dari sudut mataku

Ketika kudengar mentari yang pernah

Kukalungkan dilehermu

Kau campakkan pada lumpur senja.

Jen………

Kembalikan padaku selimt rindu

Yang pernah kau pin jam saat itu.

“Aku masih setia menunggumu di pojok jalan

Sembari kukenang puisi yang kau selipkan

Di sakuku saat itu.” (msttk,minggu 23-08-2009, pkl17;51;04).

KASMARAN

Jeng……

Ini senja  tak juga menjadi malam

Purna belum juga dating

Aku rindu pada secercah men tari

Yang kau taburkan saat itu

Jeng………..

Aku damba pada setetes air dari ujung lidahmu

Aku ingin seucap tanda dari bibirmu

Jeng……..

Pilu ini akan menderu manakala

Telunjuk ini tidak kau sambut

Dengan rajutan hatimu.

Jeng………

Kumendambamu.(msttk, minggu 23-08-2009)

PRAHARA BULAN PUASA

Aku meringis sedih

Kala  melihat sepasang belibis

Berbaris menuju pokok angsana

Ia diterkan kejam oleh naga raksana dari seberang

Padanya aku hanya bias berpesan

“belibis manis aku merindukanmu

Menyeduh the hangat samba bercanda soal cinta

Yang sirna di telan naga”

Belibis putih tidak beringsut

Dari tempatnya

Da butir bening dari sudut matanya

Aku terpana tak mampu bicara (msttk, minggu 23-08-2009)

KAGEN

Kangen ini begitu membuncah

Diantara rbuan gunung  bandung selatan.

Aku mengejar cintamu yang pernah pupus dilanda jaman

Jeng……….

Aku menangis karena seonngok kangen

Yang tak pernah bias sirna

Walau telah kuhibur dengan lagu asmaradana bulan puasa

Jeng………….

Pada pematang senja ini

Kunyatakan cintaku padamu kumencintaimu hingga kedia mataku

Di tutup oleh Sang Waktu.(msttk, minggu 23-08-2009)

PITA HITAM BUAT  BANG SUJUD

PITA HITAM YANG DULU KAU IKATKAN RAMBUTKU

KINI KAU CABUT DAN CAMPAKKAN

DIATAS BARA BERWARNA SENJA

KERUDUNG WARNA BIRU BERHIASAKAN MAWAR YANG PERNAH KAU LETAKKAN

DIATAS MAHKOTAKU

KINI AKU TARUH DIATAS PERI BERWAJAH SERIBU

REKSESI DARI SEBERANG

AKU MENJERIT SEJUTA KALI

PADA KERING ILALANG DI PADANG GURUN

NYANYIAN SURGAWI TERNYATA BEGITU MUDAH

KAU LUPA DARI TELINGA,

SERIBU MALAM DENGAN SERIBU BULAN

TERNYATA BEGITU MUDAH KAU LUPA DARI PANDANGAN MATA

BANG……….

PURNAMA MEMANG BUKAN UNTUKMU TAPI UNTUK

MASTOKU (MSTTK,13-08-2009, PKL 17:35:17)

DALAM KERETA

Jeng………………

Derit kereta ini

Ingatkan akau pada derit pintu yang kau buka senja itu

Lepas sepatu lalu merapat

Jeng…………..

Sura trompet kerta ini

Ingatkan akau pada lembut napasmu kala mendaki

Bukit senja terjal senja sunyi

Jeng…………..

Derap sepatu masinis itu

Ingatkan aku apa detak jantung kita

Kala tapakai senja menuju malam

Jeng………….

Ada bara yang tgak pernah sirna

Ada bahagia yang  terus membahana

Jeng……………

Kuingin meniti malan bersamamu menyambut purnama (msttk,13-08-2009, pkl 17:17:03).


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: