Chandrawati’s Blog


MUSIBAH HARUSKAH MEMBUAT KITA TERPURUK ?
April 8, 2009, 7:41 am
Filed under: Uncategorized

Kisah ini masih berkaitan dengan  hikmah dbalik kematiani suamiku. Selang dua minggu setelah suamiku meninggal aku membuat surat penyataan mengundurkan diri sebagi kepala sekolah  dan ingin kembali ke Ibu kota kabupaten menjadi guru   biasa saja, berkumpul  dengan orang tuaku,  kakak dan adik-adiku, aku takut kembali ke tempat tugas. Karen aku belum mau menerima kenyataan suamiku yang meniggal yang kata orang  hal ini terjadi tidak wajar karena ada orang yang iri- dengan  kata lain kena guna-guna, Kata mereka guna-guna itu seharusnya. Wallahu alam, itu hanya menjadi rahasia  Ilahi, kalupun itu yang membuat suamiku meninggal cara itu sudah merupakan takdir -Nya dan perjanjiannya dengan Allah sewaktu masih dalam rahim ibunya.

Aku dipanggil oleh kepala dinas, meminta kepastian apakah surat pengunduran diri ini memang sadar dibuat atau ada desakan dari pihak lain. Selama dua jam aku  ditanya  dari hati kehati oleh kepala dinas dan dua orang kepala bidang.Aku mengangis sepuas-puasnya di depan mereka. Aku sekarang tidak mempunyai gairah hidup,untuk apa jabatan  dan kedudukan.Toh suamiku pergi tidak membawa apa-apa, hanya kain putih beberapa meter saja yang membungkus jasatnya.Aku hanya ingin konsentrasi membesarkan anak-anak yang tiga orang, dengan gaji guru mungkin sudah cukup.   Yang membuatku kuat untuk mengundurkan diri adalah teringat  dua minggu sebelum suamiku meninggal ia pernah berkata sesibuk apapun degan pekerjaan, tolong ingat dengan keluarga.

Kejadian itu dalam minggu tersebut memang aku sangat sibuk sekali  di sekolah, karena mengurus pembangunan tambahan ruang belajar, dari pagi sampai siang, dan pulang sebentar ke rumah , siangnya pergi lagi sampai sore. Minggu itu mungkin dia sangat kecewa denganku karena sibuk aku kurang memperhatikantakan keluarga, yang biasannya setelah pulang sekolah pasti aku sempatkan untuk memasak makanan siang, minggu itu aku khusus mencari seorang pembantu untuk mengurus rumah tangga.

Salah seoraang kepala bidang yang kebetulan dia adalah seorang alim ulama memberikan siraman rohani panjang lebar tentang musibah kepadaku, supaya aku dapat menerima takdir dengan ikhlas. Katanya,”Bu, Allah memberikan cobaan kepada hambanya berarti Allah itu sayang dengan hambanya, ibu mau dikasihi_Nya tetapi ibu diberikannya suatu cobaan, jika ibu tabah dan sabar Allah dalam firmannya telah menjanjikan pengganti dan nikmat yang lebih besar lagi.Sudahlah ibu kehilangan suami, apakah ibu mesti harus ditimpa tangga lagi, kehilangan jabatan ”.Seharusnya jabatan ibu menjadi penghibur bagi ibu untuk terus maju, membesarkan anak-anak, dan jalan untuk melupakan suami. Tolonmg pikirkan ini, kami pihak dinas satu jam inipun dapat mengganti ibu dengan kepala sekolah yang lain, tapi ibu apakah dapat terobati dengan mengundurjkan diri ini, saya rasa, katanya ibu semakin terpuruk lagi.Karena kami tau bagaimana optimisme ibu selama ini memimpin suatu sekolah dan kinerja ibu .

Aku bingung, mana yang harus kupilih kembali  sejuta  kebingungan mengenjolak di pikiranku. Apakah aku harus terpuruk, dan dapat kah pengunduran diri menjadi solusi terbaiknbagiku, dan dapat mengobati kesedihan ini untuk selama-lamanya.Mampukah permasalahan  sekolah aku aku hadapi sendiri, tanpa ada suami yang membimbing dan memberikan nasehat, apakah aku mampu memimpin  suatu sekolah  yang besar tanpa orang yang ada di dekatku?Atau aku kembali menjadi guru biasa  biar dekat orang tuaku di kota. Aku bingung pada hari itu mana yang harus aku pilih, hanya air mataku  yang kutumpahkan, selama dua jam tersebut,aku tidak tahu lagi bagaimana bentuk mukaku   pada waktu itu.

Akhirnya dengan suara serak aku menjawab, “Bapak tolong beri saya waktu, saya tidak dapat menjawab sekarang, tolong saya minta izin  beberapa hari ini atau kalau dapat biarkan saya berkabung dulu selama empat puluh hari, kematian suamiku. Dinas mengijinkan  tetapi setelah empat puluh hari dimohon untuk memberikan jawaban iya atau tidak meneruskan sebagai kepala sekolah..

Sebelum aku keluar dari ruang kepala dinas  kepala bagian yang ustat tersebut  memberi siraman rohani padaku lagi. Katanya” Mulai dari  malam ini mohon setelah tidur sekitar  pukul  24.00 atau kapan saja sebelum masuk waktu  subuh untuk bangun shalat tahajut, beberapa rakaat semampu ibu untuk mengerjakannya,mohon doa untuk suami mudah-mudahan diterima disisinya dan mohon diberi jalan kelapangan dan dibukakan  pikiran. Kerjakan itu disamping sholat lima waktu, insyaallah allah akan mendengar doa ibu.Ya….allah aku terhenyak selama ini aku tidak pernah terpikir dan tak  pernah mengerjakan itu semua. Malam selalu  kulalui dengan tidur nyenyak bersama suami dan ank-anakku, tak pernah aku meminta dan memohon padaNya pada saat kenikmatan tidurku. Aku beranggapan bahwa ada masalah dan problem kan suami ada disampingku tinggall aku mengeluh , semua pokonya   suami siap membantu.

Alangkah angkuhnya aku ini ya Allah di mata-Mu. Tak terpikirkan olehku bahwa dia akan pergi lebih dulu dariku menghadap sang Khalik, aku terlalu manja dan cengeng menghadapi hidup.  Yang masalah dan pekerjaan  kecilpun aku musti minta tolong suami.

Malam itu malam pertama kulaksanakan perintah kepala bidang tersebut. Kembali dihadapa-Nya aku menangis sejadi-jadinya. Kutumpahkan semua yang menjadi masalahku. Kulaksanakan setiap malam, tak ada absen bagiku, akhirnya membuatku terbiasa. Karena aku yakin, doa tengah malam setelah sholat tahajut adalah doa yang makbul.

Tepat malam keempat puluh setelah peringatan empat  puluh hari suamiku, aku masih melakukan semua perintah pak ustat tersebut. Aku tertidur pulas,karena kecapean.Setelah shalat tahajut aku tidur kembali. Pada saa itulah aku bermimpi didatangi oleh kepala dinas dan kepala bidang yang ustat tadi dengan berpakaian putih-putih sambil berkata “Ibu Sri kembalilah ketempat tugas, lakukan kewajiban ibu sebagai kepaka sekolah semua akan berlalu dan ibu akan mendapatkan kebahagian.”. Aku terkejut dan langsung berujar subhanallah  apakah ini petunjuk supaya aku kembali ke tempat tugas atau kebalikan supaya aku tidak kembali ke tempat tugas.Karena aku  masih tersugesti orang-orang tua  dulu yang katanya suatu mimpi yang baik pasti nanti jelek, atau sebaliknya. Aku bingung apa arti ini semua. Aku tak sabar lagi rasanya menunggu hari siang untuk menghadap kepala dinas dan kepala bidang yang ustat itu, untuk meceritakan mimpiku ini.

Sebelum aku sempat mandi pagi tiba-tiba handphoneku berdering,ternayata dari seketaris kepala dinas yang mengatakan aku untuk segera menghadap sesuai dengan janji setelah empat puluh peringatan kematian suamiku. Aku buru-buru ke kantor,  selang beberapa menit aku sudah sampai dikantor. Aku dipersilakan masuk. Teryata di dalam sudah menunggu kepala dinas dan dua orang kepala bidang minta jabawan keputusan apa yang ku diambil.Sebelum aku memberikan keputusan, aku ceritakan mimpiku tadi malam,semua diam.Langsung Kepaal bidang yang ustat mendekatiku dan beralih duduk disisiku sambil berkata “itulah jawab yang hakiki dari sang Khalik”. Aku bingung apakah mimpi itu aku harus mundur pak, apakah itu merupakan kebalikannya. Dia berkata “Allah tak pernah memberikan sesuatu itu berupa kebalikan. Artinya kamu harus kembali ketempat tugas”.Aku merasa mendapatkan semacam  kekuatan dan keberanian.Aku yakin Allah akan selalu berada denganku dan akan menolong setiap langkah hidupku. Tanpa kusadari aku menganganguk tanda setuju untuk kembali.Semua langsung berdiri menyalamiku dan menepuk bahuku sambil berkata “kamu  telah mengambil keputusan yang tepat.” Kamu berjiwa besar sekarang  hapus dari hidupmu kedukaan   menjadi 180 derajat dengan kebahagian.   Dengan ikhlas menolong orang dalam dunia pendidikan dan ikhlas membatu tugas kami, Allah akan mengasihimu. Engkau pasti berada di sekitar orang-orang yang mengasihimu dan menyanyangimu.

Keesokan harinya aku kembali ke tempat tugasku sebagai kepala sekolah dengan diantar oleh salah seorang kepala bagian Dinas Pendidikan.Subhanallah ternyata  itu semua benar orang tua murid, siswa dan guru-guru menangis menyambut kedatanganku dengan haru linangan air mata.

Aku mulai senang dan mulai mengerti arti kasih sayang dari orang-orang yang bukan keluargaku.Dan sekarang kasih sayangku telah kudaptkan kembali, Allah memberi pengganti dengan penduduk kampung yang mengasihiku, murid-murid yang mencintaiku.

Kujalani tugasku dengan penuh tanggung jawab,ikhlas, disiplin. Aku mendapatkan kebahagian ,   diantara orang-orang kampung yang mengasihi  aku.Seiring dengan waktu ke waktu aku mulai melupakan kepergian suamiku. Aku berhasil mengantar anak- anak didikku yang pada tahun itu tahun pertama mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN)

Walaupun  sekarang  sudah  hampir tiga tahun lebih aku meninggalkan daerah itu dan kembali  ke kota, ternyata mereka masih sayang padaku, dan jika aku bersilatuhrami di kecamatan  itu semua akan berbondong-bondong mendatangiku, dan mengajak untuk menginap di rumah mereka. Dan mereka masih sayang kepadaku,  dan kadang-kadang mereka masih mengenang selalu masa kepemimpinanku sebagai kepala sekolah yang dianggap mereka sebagai tonggak keberhasilan sekolah dalam berbagai hal.

Suatu pelajaran musibah bukanlah membuat kita harus terpuruk, tetapi sebaliknya  menjadi pemotivasi hidup kita, untuk bangkit dan maju. Musibah yang diberikan Allah adalah bentuk kasih sayang Allah kepada umatnya.Allah rindu kepada rintihan dan keluhan doa umat-Nya.

Musibah selalu diiringi hikmah yang ada dibalik ,tinggal kita yang diberi pikiran olehNya memikirkan dan mencari hikmah  apa dibalik itu  semua, bagi kaum yang mau berpikir. Musibah selalu ada jalan keluar, jika kita mau membuka diri pada teman atau orang lain yang enak bagi kita, untuk menuangkan beban-beban yang mengganjal dihati kita.,  Mungkin juga cara ini merupakan jalan untuk menghilangkan penyakit stress.Sekarang penulis sedang mengikuti program pascasarjana di salah satu perguruan tinggi di kota Bandung. Hal ini membuktikan musibah bukan membuat kita hancur tapi bagimana dengan kehancuran kita menjadi yang terbaik. Ini ku lakukan untuk masa depan anak-anakku, karena aku harus mengantarkan mereka ke gerbang kesuksesan dengan perjuangan seorang ibu yang tanpa pendamping hidup. Doakan aku semoga aku sukses dan dapat mengantarkan anak-anakku ke gerbang kesuksesan dan menjadi anak yang shaleh.Amin.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: